Jumat, 27 Juni 2008

Pemberian Hujan

Ku tersadar hari ini

Aku bangun dan tak dapat berkata-kata

Apa yang kurasakan tak seharusnya terus menyiksaku

Aku ingin sekali terus mengingatmu dan menyimpanmu dalam hatiku

Tapi aku merasa perlahan kau menghilang saat ku kenang

Salahkah aku menyayangimu, berdosakah bila aku mencintaimu

Kutersadar dan terus memikirkan, apa yang terbaik yang bisa kulakukan

Perasaanku meminta haknya, hak untuk disadari

Sedangkan dimensi ruang dan waktu

Seakan bekerjasama menutup setiap celah yang dapat mempertemukan kau dan aku

Setiap saat kulalui berharap dapat menemukan dirimu yang pernah menghilang di balik hujan

Sementara cinta yang lain terus meminta jawaban

Akankah aku melupakanmu disaat penantian terasa belum selesai

Masih terlalu jauh untuk berhenti

Tapi sudah terlalu lama untuk diteruskan

Aku takut saat aku baru saja berpaling

Kau tiba-tiba datang meminta janjiku padamu

Janji untuk tetap setia dalam penantian panjangku

Aku tak tahu apa yang harus kukatakan

Saat aku baru saja mencoba menerima cinta yang baru

Sedangkan kau tiba-tiba merengkuhku untuk tetap dalam penantian panjangku

Ku takut ini terlalu cepat untuk diakhiri

Namun aku sudah terlalu lelah untuk terus bertahan

Di ujung sana kulihat bumi dan langit sudah terlalu tua untuk menampung semua pertanyaanku yang tak akan pernah mendapat jawaban

Aku hanya butuh setitik keberanian untuk sekali lagi menatap pada ujung penantian

Tapi, siapakah yang bisa memberikan keberanian?

Sementara ketakutan semakin menguasai hari-hari yang terlupa

Kenanganku akan dirimu satu persatu menguap, menghilang, terhempas, tersembunyi

Hingga yang tersisa hanya bayang wajahmu dalam memoriku

Dan saat ku bangun dan tersadar hari ini, aku bertanya

Siapakah dirimu?

Kamis, 26 Juni 2008

Suatu saat nanti, aku tahu

Awan gelap akan menyingkir

Dan cahaya dapat menyihir pendanganku

Untuk kembali melihat harapan

Dan memandang masa depan yang jauh terbentang

Karena aku masih percaya pada impian

Dan aku yakin, di depan sana ada beribu orang sepertiku

Menunggu matahari bersinar lagi

Kemudian aku akan berjalan, berlari menyongsong masa depan

Kembali menggantungkan impian di tiang langit

Sambil tersenyum, dan menyadari aku memiliki kebahagiaan

Kau tahu kenapa?

Karena aku percaya aku tak sendiri

Ternyata ada orang-orang yang mengulurkan tangan untukku

Menepuk bahuku

Memberikan semangat baru bagi hidupku

Setelah sekian lama berkubang dengan masa lalu

Aku percaya pada mimpi - mimpi ini

Impian-impian yang terkubur dan mencoba bangkit

Kelak aku akan dapat tersenyum dan membaginya

Saat awan menyingkir

Ketika badai menghilang

hingga saat waktu kembali berputar

Rabu, 11 Juni 2008

Ku bukan siapa-siapa, dan ku tahu itu

Setiap langkah yang tercipta hanya membuatku ragu

Air mata yang menggantung ini seperti beban berat itu

Ingin sekali aku membunuh keresahan ini

Namun mengapa semakin membuncah seiring waktu

Aku ingin menangis

Dan tak ingin seorangpun yang tahu

Aku lemah dan tak ingin seorangpun mengasihaniku

Aku tidak setegar kata mereka

Dan itu membuatku semakin putus asa

Satu detik

Satu menit

Satu hari

Satu tahun

Dan selamanya

Hanya perputaran yang tak pernah berhenti

Dan tak ada artinya sedang ku hidup dalam sepi

Aku kesepian

Air mata ini terus mengucur tak menghiraukanku yang ingin segera berlari

Melintasi waktu dan dunia dan semuanya

Apa dayaku jika dunia tak mau berjalan bersamaku

Beban berat ini tak sanggup kupikul sendiri

Ingin sekali kuhempaskan

Namun ku tak tahu apa sebenarnya itu

Perasaanku

Nuraniku

Ataukah diriku

Apa yang membuatku menyerah

Senin, 02 Juni 2008

DARI BUMI UNTUK LANGIT

Sama seperti bumi terhadap langit yang tak bisa memberikan apapun

Begitu halnya aku padamu, hanya menatap iba agar kau tetap menaungiku

Perasaanku padamu seperti halnya titik-titik hujan

Yang akan kembali ke lautan

Tak akan berbalas, walau menunggu lebih lama

Dan aku tahu

Harga diriku, keegoisanku yang mengalahkan waktu

Membuatku berharap mampu menjadi tonggak hidupmu

Karena itu.... biarkanlah bumi ini menjadi langit untuk 1 terakhirku

Memberikanmu harapan yang tak pernah kau temukan

Sebuah kepercayaan

Kepercayaan untuk dirimu yang mulai mendung

Kepercayaan untuk mempercayai

Agar kau tak lagi hidup sendiri

Walau nanti aku telah tak lagi menyanggamu

Ku harap kau tetap tegar di atas kepercayaanku

Karena aku akan terus hidup, bukan dalam ingatanmu

Namun dalam hatimu yang akan terus tergambar jelas di langit malam ini

Jangan menangis dan menurunkan hujan

Karena kutakut hatiku akan tercerai berai sebelum aku dapat merangkainya

Hatiku biar aku titipkan padamu

Agar kau tahu, hatiku tak pernah melepaskan kehadiranmu

Persembahan bumi untuk langit........................

Sebenarnya Kau Dimana

Jika banyak senyum merekah

Mungkinkah disana ada kebahagiaan yang tersimpan

Jika suara tangis menggaung

Mungkinkah disana ada kesedihan yang amat sangat

Jika keberadaan begitu penting

Mungkinkah perasaan masih berarti

Jika cinta mesti memiliki

Mungkinkah cinta telah berubah menjadi ambisi

Mimpi-mimpi yang pernah dilukiskan di atas butir-butir kepahitan

Harapan yang tumbuh diantara keresahan dunia

Mungkinkah hati menjadi lebih kuat untuk menerima setiap jengkal takdir yang telah terikat erat bersamamu

Mungkinkah kau kembali lagi sedangkan aku tahu kau telah terhapus oleh waktu

Ada sesuatu yang terenggut dari ingatanku

Sesuatu yang kutahu begitu berharga hilang bersamamu

Bila kenangan itu kudapatkan lagi

Mungkinkah kau kembali

Bangkit dari dimensi kematianmu

Aku disini

Dan lihatlah padaku

Selalu menunggu untuk menyambutmu dipersinggahan waktu

Mungkin saja takdir menyesali yang telah terjadi

Kemudian berbalik dan mengembalikanmu padaku

Aku disini

Dan pandanglah padaku

Aku sendirian diantara deru mimpi

Mungkin nanti takdir akan membawamu kembali ke sisiku

Mungkin nanti Tuhan akan meminjamkan dirimu padaku sekali lagi

Hanya untuk melihatmu

Aku rela terpaku diantara sunyi yang kubenci

Demi melihat senyum itu sekali lagi

Aku rela terus memandang pada langit yang tersenyum sinis padaku

Noktah-noktah hamparan keputusasaan yang ada

Sanantiasa bergelut melawanku

Tak tahukah engkau kalau aku ada disini

Aku sedang menunggumu

Maka tengoklah aku

Bila ingatanku yang paling berharga kembali

Maukah kau keluar dari ruang gelap itu

Melepaskan seluruh bebanku

Bila aku tetap menunggu disini

Maukah kau berpaling padaku

Aku disini

Dan dengarkan tangisanku

Nyanyian surga pun tak sanggup tutupi kesedihan ini

Tak melihatkah dirimu

Aku disini

Harus berapa kalikah kukatakan kalau aku disini

Harus berapa lamakah menunggu agar kau mau kembali

Aku disni

Akan kutunggu kau sampai batas waktu berakhir

Jika aku terus menjaga perasaanku

Mungkinkah kau tetap berada disisiku

Jika aku tak menghentikan cintaku

Mungkinkah kau tahu aku ada disini

Jika aku gali mimpi buruk itu

Mungkinkah kau tak meninggalkan aku

Biarkan aku menuggu ketidakpastian ini

Biarkan aku melawan keputusasaan

Agar kau kembali

Walaupun harus berkawan dengan kesedihan

Walaupun harus terkurung diantara dimensi waktu

Walaupun harus berakhir pada kehancuran

Bagiku tak masalah

Bila itu bisa membawamu padaku lagi

Bila itu bisa mengembalikanmu

Tak ada yang kusesalkan

Bila tangisan tak akan terdengar lagi

Mungkin kau telah kembali

Bila senyum merekah di sudut hatiku

Mungkin kau ada disisiku lagi

Bila kesunyian tiba-tiba menghilang

Mungkin kau telah mengulurkan tanganmu padaku

Bila dimensi kematian telah membuka pintunya

Mungkin takdir akan membawamu untukku

Bila itu terjadi

Maka aku tak mau ditinggalkan lagi

Tapi

Bila kesunyian masih mengurung harapanku

Maka apa yang bisa membawamu kembali

Bila tangisan masih terdengar

Maka siapa yang bisa perlihatkan kebahagiaan padaku

Bila tawa belum juga merekah

Maka kapan kau ada disisiku lagi

Bila dimensi kematian belum juga mau membukakan pintunya

Maka berapa lama lagi harus menunggu

Bila diam masih saja mengukir pahit kehidupan

Maka siapakah yang bisa menghapuskannya

Bila bila mereka masih saja berkata kau takkan kembali

Maka siapa yang akan mengembalikanmu

Bila masa lalu belum mau berdamai denganku

Maka kapan aku bisa melihatmu lagi

Minggu, 01 Juni 2008

Inilah akhir dari segalanya

Inilah akhir dari mimpi tentang kebenaran, keadilan, keabadian, kebebasan, cinta dan kasih sayang

Benarkah seperti ini semuanya berakhir

Seperti dongeng yang tak pernah terjamah

Tertutup waktu

Kekuasaan, kepalsuan dan kenaifan

Mengukung hingga ke cakrawala

Kesedihan yang tak pernah berakhir dan mimpi buruk yang tiada akhir

Kehidupan yang penuh ilusi

Kebahagiaan yang terkikis oleh ambisi

Semuanya tenggelam dalam halusinasi akan keabadian

Terkikis badai gurun

Dalam sekejap kekuatan runtuh

Penguasa tak tersentuh

Tiba-tiba berubah menjadi sosok renta

Dunia penuh mimpi, harapan, ilusi dan ambisi

Kini luluh lantak dan terinjak

Menghilang seperti tak pernah ada

Menguap menjadi debu dalam sepi

Seperti surya yang menghilang bersama sunyi

Aku berjalan menyusuri jejak-jejak kehidupan yang pernah kubuat

Mencoba memahami dan berdamai dengan masa lalu

Walau begitu aku tetap tak bisa melupakan jejak-jejakmu yang telah melekat erat dalam ingatanku

Bagaimana caranya memberi pengertian pada hatiku bahwa kau sudah tak ada lagi disini bersamaku

Pergi

Dirimu menghilang bersama angin, pergi tanpa jejak yang dapat membuatku menemukanmu

Sebegitu inginkah engkau untuk pergi

Bagaimana aku dapat memberikan pengertian pada hatiku

Padahal aku sendiri tak pernah memahami

Bagaimana aku bisa menghibur hatiku

Padahal aku sendiri sedang dirundung duka yang mendalam

Bagaimana aku bisa menyembuhkan luka di hatiku

Padahal aku juga sedang berjuang menghadapi kenyataan

Bagaimana aku bisa menguatkan hatiku

Padahal aku juga sedang terpuruk disini

Lihat .... lihatlah aku

Dimanapun kau berada

Pandanglah padaku

Apakah aku yang terlalu bodoh

Apakah aku yang terlalu besar kepala

Ataukah aku sedang menyalahkan diriku sendiri

Tidak

Sebenarnya aku ingin ada yang bisa disalahkan

Rumput Liar

Aku lah langkah yang selalu terhenti

Aku lah pikiran yang tak memahami hidup

Aku lah manusia yang terhempas nasib

Aku tak peduli apa kata mereka, karena semua itu tak dapat merubah warna hidupku, akan selalu semakin menghitam seiring waktu

Biarkan aku berjalan melawan dunia, sebagai orang yang terbuang

Tak dipedulikan pun tak apa

Tak dihiraukan pun tak mengapa

Tak dipandang pun aku tetap akan berjalan

Kalau dunia tak dapat berjalan bersamaku, ataupun aku tak dapat mengikuti dunia di depanku

Aku akan melawan dunia, sebagai manusia yang tersia-sia

Tak pernah kusesali

Waktu-waktu yang tak pernah sudi untuk berhenti, walaupun untuk mendengar aku yang merintih

Dipersinggahan waktu kutemukan, semua keluh kesah, rintihan kecewa, tangisan dan air mata yang selama ini tertumpah untuk waktu yang berlalu pergi

Mungkin telah kutemukan, atau mungkin ini hanya sebuah tipuan untuk manusia yang tak pernah dianggap ada

Aku lah impian yang terengut

Aku lah cinta yang kehilangan rasa

Aku lah telinga yang tak bisa mendengar

Aku lah tulisan yang kehilangan kata

Aku lah jejak yang kehilangan langkah

Aku lah hidup yang kehilangan arah

Aku lah malam yang kehilangan siang

Aku lah jalan yang kehilangan akhir

Aku lah manusia yang kehilangan makna

Aku lah rumput gersang yang mencoba melawan dunia

Bertahan

Ada yang diam – diam bergerak di dalam diriku

Sesuatu yang aku tak tahu apa itu

Dan aku tak tahu dimana keberadaannya

Aku tak mengerti apa itu

Tapi semakin lama kurasakan semakin aku merasa gelisah

Sesuatu itu membuat perasaan ku kacau

Dan aku takut untuk tahu dan mengakui nya

Aku merasakan perasaan yang membuat dadaku sesak

Aku membenci sekaligus menyukai perasaan ini

Ohhh… jangan katakan ini adalah perasaan cinta

Hatiku serasa mau meledak

Mengapa harus muncul perasaan seperti ini pada ku

Membuat hidupku semakin membingungkan

Aku tak ingin mengakuinya juga tak mungkin melepaskannya

Tuhan

Mengapa rasa cinta yang telah engkau karuniakan padaku ini membuatku takut

Mengapa rasa cinta ini harus muncul ketika ada dia

Ketika ada dia yang sudah lama ingin kulupakan

Kenapa harus padanya yang telah sangat lama kukenal dan selalu aku ingin membencinya

Kenapa rasa cinta ini harus membuatku membuka lagi luka yang belum sembuh itu

Luka yang tercipta ketika aku juga merasakan perasaan yang sama, pada orang yang sama

Haruskah aku juga merasakan sakit yang sama seperti dulu

Aku ingin sekali memeluknya

Tapi itu takkan mungkin dan aku harus berusaha menahannya sampai hatiku hampir pecah dibuatnya

Disesakkan oleh perasaan yang pasti tak berbalas ini

Tuhan

Mengapa kau hadirkan kembali wajahnya dalam setiap mimpi – mimpi dalam tidurku

Padahal sudah berusaha kuhindari dia

Sudah berusaha aku untuk menghalau perasaan ini

Tuhan

Kenapa harus dengannya aku merasakan cinta

Mengapa harus dia yang mendapatkan cintaku

Mengapa harus padanya yang sekedar memandang saja aku sudah tak mau

Tuhan

Cabutlah dan hilangkan perasaan cinta ini dari hatiku kalau itu yang terbaik

Tapi bila memang Engkau memiliki sebuah bahkan seribu rahasia yang hanya Engkau yang tahu jawabannya atas rasa cintaku padanya

Maka biarlah dia hadir dalam mimpi – mimpiku dalam malam – malam yang hanya Engkau yang tahu arti di baliknya

Sebagai pengganti rinduku padanya yang tak mungkin dibalasnya

Biarlah rasa ini tetap bersemayam dalam hatiku

Memenuhinya, menyesakkannya, kemudian menghiasinya

Tapi jangan biarkan rasa cinta ini memporak porandakan hatiku

Mencabik – cabiknya dan menghentakkannya sekali lagi

Tuhan

Meski sudah kuberusaha sekuat tenaga untuk menyangkalnya

Tapi tetap saja rasa itu tak pernah hilang barang sedetik pun

Karena itu

Kumohon biarkan dia tahu tentang perasaan yang menyiksa ku ini

Hanya sekejap

Buat dia tahu dan merasakan sakitnya menahan cinta yang terpendam dan tak terbalas ini

Biarkan dia melihat seluruh isi hatiku yang hanya dipenuhi oleh wajahnya, sikapnya, senyumnya, kata – katanya, dan segala tentangnya

Biarkan dia melihat dan merasakan hatiku yang menangis setiap aku terbangun di malam – malam ku yang sepi

Hanya karena hatiku selalu menjerit mencari cintanya

Biarkan dia mendengar rintihan hatiku yang tak tahan melihatnya di seberang sana

Seberapa jauh pun aku berlari menghindarinya

Semakin sakit hatiku karena cintaku padanya

Seberapa kuat pun aku berusaha untuk menghilangkan perasaan ini

Semuanya selalu sia – sia

Karena semua itu hanya membuat ku semakin mencintainya………....................................

Cahaya matahari sore memendar di angkasa

Hatiku seperti kehilangan nyawanya

Kini ku yakin untuk melepaskan saja

Jeratan masa lalu yang menghentikan kehidupanku

Sekiranya ku dapat kembalikan sang waktu

Mungkin ku bisa hidup lebih lama

Tak tahu mengapa harus dia

Mengharapkan balasan darinya

Seperti menunggu lautan mengering

Tak tahu kapan akan terbalas

Terlalu lama hingga ku tak tahan

Dan aku berharap dia menghilang saja

Berubah menjadi gumpalan awan

Rasa cinta ini seakan telah terkotori dengan kecewa

Kini cintaku kehilangan makna

Cinta bukan lagi cinta

THE REASON

Saat hati kian tertutup, saat mata tak lagi menangis

Kepedihan dan duka kini menjadi biasa

Mereka yang menunggu tak akan pernah manyadari

Semuanya ini telah merenggut segala yang mereka cintai

Dengan penuh senyum mereka saling menyakiti

Dengan banyak cara mereka tak mau untuk mengerti

Untuk apa semua ini terjadi, membuat banyak jiwa tersakiti

Katakan padaku apa alasannya, hanya ingin jawaban

Mengapa harus saling menyakiti, padahal dalam hati tertanam rasa saling menyayangi

Berikan satu saja pengertian, apa yang membuat mereka saling mentertawai

Saat kematian datang menghampiri, begitu dekat dengan diri sendiri

Mereka bilang bahwa perdamaian akan terwujud saat banyak jiwa dikorbankan

Alasan itu membuatku tak sanggup lagi pura-pura tertawa ataupun mengikuti mereka

Terus menyiksa yang lain, mereka mengira akan ada perdamaian

Dibalik darah-darah yang berceceran, nyawa-nyawa yang dijadikan tebusan

Untuk sebuah tujuan yang mereka banggakan

Perdamaian adalah jawaban.....

Apakah hati kian hilang maknanya, tak lagi ada guna

Saat tangan-tangan menggenggam, mencari kekuatan yang akan mereka pegang

Apakah ada hati disana?

Saat hati dan jiwa manusia, tak lagi dapat menjaga

Ketika persahabatan, persaudaraan... hampir-hampir terputus

Hilang ditelan kekejaman...

Masih adakah rasa kasih disana?

Rasa itu

Kau belum bisa melupakan kekejamanku

Ketidak pedulianku yang telah menimbulkan rasa sakit tak terperikan dalam jiwamu

Uluran tanganmu yang pertama dan yang terakhir waktu itu

Uluran tangan yang dipenuhi harapan untuk mendapatkan secercah cahaya di antara kegelapan yang kau jalani, uluran tanganmu

Kau yang mengulurkan tanganmu yang gemetaran ke arahku

Walaupun tahu itu, tapi aku selalu menepis tanganmu itu dengan mudahnya

Tanpa keragu-raguan

Padahal pastinya, kau tidak mungkin bisa melupakan itu semua

Saat itu bagiku, kau hanyalah sebuah keberadaan antara ada dan tiada

Keberadaan yang tidak kusayang, tidak pula kubenci

Sekarang, walaupun aku berpikir bahwa mungkin kau akan berlaku sama padaku ketika kita bertemu,

Saat itu, untuk pertama kalinya

Ketakutan sedingin es menelusup dalam relung hati

Ternyata, tidak dianggap...

Ternyata, tidak dianggap itu bisa sedemikian sepi dan sedihnya

Walaupun sekarang aku sudah mengerti

Semuanya itu sudah terlambat

Jawaban

Mengapa langit biru, mengapa manusia menangis

Pertanyaan seperti itu pun kau jawab dengan tersenyum

Kau berlari melintasi dunia ini, kau berlari kemana pun

Menuju masa depan, yang terbentang jauh

Daripada dituturkan, ingatlah hari-hari yang membangkitkan kerinduan

Ingatlah dengan samar, kemudidan

Kelak awan akan menyingkir, aku akan kembali kesini

Berhenti.....

Perasaan seperti ini, sungguh tak dapat kuartikan

Dalam pikiran banyak yang ingin kuungkapkan

Saat aku harus kehilangan

Ketika aku sungguh tak berdaya

Saat aku harus kuat menghadapi hati yang mulai rapuh

Tak mungkinkah untuk berhenti, walau hanya sejenak

Untuk mengerti hidup yang kujalani ini

Biarkan perasaan ini tetap begini

Biarkan kesepian ini menutupi

Ketika memang sesungguhnya, aku telah tak lagi sanggup berdiri

Arti

Denyut jantungmu menghianati hatimu

Juga keras kepalamu yang kekanak-kanakan

Banyak ketakutan yang dapat membuatmu menyerah

Omong kososng, itu hanya emosi

Kelihatan tenang, sebenarnya gelisah

Menolak mengakuinya, atau aku hanya terlalu bodoh

Takdir dua orang hanya bisa terlengkapi dengan pengorbanan

Kata-kata yang ingin diucapkan, tak tahu bagaimana mengungkapkannya

Kau selalu bersikap dingin, selalu tak mempedulikanku

Membuatku tidak nyaman dan tersiksa

Tapi aku selalu pura-pura tak pernah peduli

.................................

Duduklah dan diamlah

Rasakan kehidupan yang berjalan dihadapanmu

Ketika kau menyesali hari-hari yang telah lewat

Dan kau tak akan mendapatkan apa-apa

Seperti kau menyesali titik-titik hujan yang berjatuhan

Saat kau berlari menembus cakrawala

Ketika kau menangis mencerca angkasa

Kau tak akan mendapatkan jawaban

Atas pertanyaan demi pertanyaan yang kau lemparkan pada dunia

Duduklah dan diamlah

Duniamu takkan menjadi terang

Bila kau selalu berfikir semua yang terjadi

Adalah kesalahan

Duduklah dan diamlah

Berhenti sejenak

Rasakan angin yang berbisik

Rasakan rumput yang bergemerisisk

Rasakan air yang bergemericik

Dengarkan suara yang menggema

Lihat segalanya lebih dekat

Agar kau bisa menilai lebih bijaksana

Langit

Aku ingin menjadi awal tanpa akhir bagi hidupmu

Menemanimu berpacu mengejar hari ini

Waktu demi waktu, tahun demi tahun

Dengan pengertian dan pengorbanan, kepedulian dan kepercayaan, air mata dan kasih sayang

Ada hal yang tak dapat dilukiskan dengan kata-kata

Ada beberapa perasaan yang lebih bermakna bila diungkapkan dengan kesunyian

Dari hati ke hati, jiwa ke jiwa

Aku akan melakukan yang terbaik untuk membawa harapan bagi satu sama lain

Ketika sepertinya semua harapan telah sirna

Aku dapat menjadi bahu untuk bersandar, ketika kau mulai lelah akan hidupmu

Aku dapat menjadi telinga, yang dengan tenang mendengarkan keluh kesahmu

Aku juga dapat menjadi tangan untuk menampung semua air matamu

Hingga nanti kau telah selesai membuang semua kekecewaanmu

Aku tak akan beranjak dan akan selalu disana

Akan kuberikan kau hari esok yang cerah

Walau aku tak tahu bagaimana esok akan menghampiri

Dan meskipun aku tak dapat lagi menggenggam hari depan, dan meskipun tak dapat bertahan lagi untuk sekedar melewati hari ini

Tapi aku percaya kau akan melalui hari ini, dan membawaku melihat masa depan

Masa depan yang kita impikan bersama

Aku akan selalu ada, menemanimu menangis saat kau terbentur putus asa, menemanimu tertawa saat kau menemukan setitik harapan, dan menemanimu menyongsong keberhasilan

Ingatlah pelangi yang selalu tampak setelah hujan badai, oase yang selalu ada di padang pasir, dan langit biru yang tersibak setelah tertutupi awan hitam

Kau pasti akan menemukan arti hidupmu sendiri

Dan aku akan menjadi langit yang selalu menaungimu, itu janjiku

My First

own mind freedom tercipta dari keinginan untuk membebaskan pikiran - pikiran yang telah lama terpendan hingga mulai memudar dan akhirnya mencoba untuk kembali memendar. Semuanya adalah curahan perasaan sebagai pencerminan diri, sekiranya untuk memahami arti sesungguhnya kehidupan yang telah lama berjalan. Hanya ingin berbagi kepada semua orang yang sedang mengalami proses pengenalan diri.