Minggu, 01 Juni 2008

Rasa itu

Kau belum bisa melupakan kekejamanku

Ketidak pedulianku yang telah menimbulkan rasa sakit tak terperikan dalam jiwamu

Uluran tanganmu yang pertama dan yang terakhir waktu itu

Uluran tangan yang dipenuhi harapan untuk mendapatkan secercah cahaya di antara kegelapan yang kau jalani, uluran tanganmu

Kau yang mengulurkan tanganmu yang gemetaran ke arahku

Walaupun tahu itu, tapi aku selalu menepis tanganmu itu dengan mudahnya

Tanpa keragu-raguan

Padahal pastinya, kau tidak mungkin bisa melupakan itu semua

Saat itu bagiku, kau hanyalah sebuah keberadaan antara ada dan tiada

Keberadaan yang tidak kusayang, tidak pula kubenci

Sekarang, walaupun aku berpikir bahwa mungkin kau akan berlaku sama padaku ketika kita bertemu,

Saat itu, untuk pertama kalinya

Ketakutan sedingin es menelusup dalam relung hati

Ternyata, tidak dianggap...

Ternyata, tidak dianggap itu bisa sedemikian sepi dan sedihnya

Walaupun sekarang aku sudah mengerti

Semuanya itu sudah terlambat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan anda memberikan komentar pada setiap tulisan saya. SEtiap kata yang anda berikat akan sangat bermanfaat bagi saya, dan akan sangat menyenangkan untuk mengetahui pikiran anda mengenai tulisan - tulisan saya.