Kau belum bisa melupakan kekejamanku
Ketidak pedulianku yang telah menimbulkan rasa sakit tak terperikan dalam jiwamu
Uluran tanganmu yang pertama dan yang terakhir waktu itu
Uluran tangan yang dipenuhi harapan untuk mendapatkan secercah cahaya di antara kegelapan yang kau jalani, uluran tanganmu
Kau yang mengulurkan tanganmu yang gemetaran ke arahku
Walaupun tahu itu, tapi aku selalu menepis tanganmu itu dengan mudahnya
Tanpa keragu-raguan
Padahal pastinya, kau tidak mungkin bisa melupakan itu semua
Saat itu bagiku, kau hanyalah sebuah keberadaan antara ada dan tiada
Keberadaan yang tidak kusayang, tidak pula kubenci
Sekarang, walaupun aku berpikir bahwa mungkin kau akan berlaku sama padaku ketika kita bertemu,
Saat itu, untuk pertama kalinya
Ketakutan sedingin es menelusup dalam relung hati
Ternyata, tidak dianggap...
Ternyata, tidak dianggap itu bisa sedemikian sepi dan sedihnya
Walaupun sekarang aku sudah mengerti
Semuanya itu sudah terlambat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silakan anda memberikan komentar pada setiap tulisan saya. SEtiap kata yang anda berikat akan sangat bermanfaat bagi saya, dan akan sangat menyenangkan untuk mengetahui pikiran anda mengenai tulisan - tulisan saya.