Minggu, 01 Juni 2008

Rumput Liar

Aku lah langkah yang selalu terhenti

Aku lah pikiran yang tak memahami hidup

Aku lah manusia yang terhempas nasib

Aku tak peduli apa kata mereka, karena semua itu tak dapat merubah warna hidupku, akan selalu semakin menghitam seiring waktu

Biarkan aku berjalan melawan dunia, sebagai orang yang terbuang

Tak dipedulikan pun tak apa

Tak dihiraukan pun tak mengapa

Tak dipandang pun aku tetap akan berjalan

Kalau dunia tak dapat berjalan bersamaku, ataupun aku tak dapat mengikuti dunia di depanku

Aku akan melawan dunia, sebagai manusia yang tersia-sia

Tak pernah kusesali

Waktu-waktu yang tak pernah sudi untuk berhenti, walaupun untuk mendengar aku yang merintih

Dipersinggahan waktu kutemukan, semua keluh kesah, rintihan kecewa, tangisan dan air mata yang selama ini tertumpah untuk waktu yang berlalu pergi

Mungkin telah kutemukan, atau mungkin ini hanya sebuah tipuan untuk manusia yang tak pernah dianggap ada

Aku lah impian yang terengut

Aku lah cinta yang kehilangan rasa

Aku lah telinga yang tak bisa mendengar

Aku lah tulisan yang kehilangan kata

Aku lah jejak yang kehilangan langkah

Aku lah hidup yang kehilangan arah

Aku lah malam yang kehilangan siang

Aku lah jalan yang kehilangan akhir

Aku lah manusia yang kehilangan makna

Aku lah rumput gersang yang mencoba melawan dunia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan anda memberikan komentar pada setiap tulisan saya. SEtiap kata yang anda berikat akan sangat bermanfaat bagi saya, dan akan sangat menyenangkan untuk mengetahui pikiran anda mengenai tulisan - tulisan saya.