Rumput Liar
Aku lah langkah yang selalu terhenti
Aku lah pikiran yang tak memahami hidup
Aku lah manusia yang terhempas nasib
Aku tak peduli apa kata mereka, karena semua itu tak dapat merubah warna hidupku, akan selalu semakin menghitam seiring waktu
Biarkan aku berjalan melawan dunia, sebagai orang yang terbuang
Tak dipedulikan pun tak apa
Tak dihiraukan pun tak mengapa
Tak dipandang pun aku tetap akan berjalan
Kalau dunia tak dapat berjalan bersamaku, ataupun aku tak dapat mengikuti dunia di depanku
Aku akan melawan dunia, sebagai manusia yang tersia-sia
Tak pernah kusesali
Waktu-waktu yang tak pernah sudi untuk berhenti, walaupun untuk mendengar aku yang merintih
Dipersinggahan waktu kutemukan, semua keluh kesah, rintihan kecewa, tangisan dan air mata yang selama ini tertumpah untuk waktu yang berlalu pergi
Mungkin telah kutemukan, atau mungkin ini hanya sebuah tipuan untuk manusia yang tak pernah dianggap ada
Aku lah impian yang terengut
Aku lah cinta yang kehilangan rasa
Aku lah telinga yang tak bisa mendengar
Aku lah tulisan yang kehilangan kata
Aku lah jejak yang kehilangan langkah
Aku lah hidup yang kehilangan arah
Aku lah malam yang kehilangan siang
Aku lah jalan yang kehilangan akhir
Aku lah manusia yang kehilangan makna
Aku lah rumput gersang yang mencoba melawan dunia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silakan anda memberikan komentar pada setiap tulisan saya. SEtiap kata yang anda berikat akan sangat bermanfaat bagi saya, dan akan sangat menyenangkan untuk mengetahui pikiran anda mengenai tulisan - tulisan saya.